12 June 2005

Indahnya alam

Bismillahirrahmanirrahim


Panas hangat tanah Tokyo-Saitama di menjelang pengakhiran musim bunga ini. Indah hijau alam meresap panas hangat dunia persekitaran. Sejuk damai mata memandang kehijauan bumi Tuhan. Khazanah yang masih terpelihara walau sekelilingnya berpuluhan bangunan tinggi, lambang modenisasi. (Benarkah?).

Memandang alam indah, betapa indah yang Maha Mencipta semuanya. Betapa hebatnya kuasa yang Maha Kaya.

Tidakkah kamu mengetahui dan memikirkan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh petala langit bertingkat-tingkat. Dan Dia menjadikan padanya bulan sebagai cahaya serta menjadikan matahari sebagai lampu (yang terang benderang).[QS 10:15-16]


Tidakkah kamu ketahui dan berfikir.. merupakan suruhan Allah untuk umat manusia menggunakan akal dan hatinya untuk mengenal Allah swt. Bagaimana itu? Dengan merenungi ciptaan alam ini, pastinya terbit wujud rasa ada satu kuasa keagungan yang Maha Hebat memiliki alam ini. Sedangkan kita bisa sahaja ingin dikenali dengan hasil ciptaan (paten) sendiri, Allah yang bersifat dengan segala kesempurnaan pasti LAGI WAJIB dikenali dan disembah.

Beruntung ya jadi orang yang tahu, orang yang berfikir itu.

(Yaitu) orang-orang yang mengingati Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka."
[QS 3:191


Alam semuanya tunduk sujud patuh pada Rabbul Izzati, sedang manusia, makhluk yang diciptakanNYA dengan sebaik-baik ciptaan, berlaku mungkar dan menzalimi alam ini. Manusia, makhluk yang paling bodoh sebenarnya. Kecuali mereka yang menggunakan akal dan hati untuk menilai matlamat hidup mereka di atas muka bumi ini.

Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?, Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan tujuan yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya.
[QS 30: 8]