Bismillahirrahmanirrahim
Ingatlah! Pohon yang tumbuh besar, dan berbuah lebat, sesungguhnya berasal dari biji yang terpilih yang ditanam di tempat yang subur, diberi air dan dipupuk dengan teratur, dijaga dari serangan binatang dan penyakit yang menyerang.
Bait-bait tulisan yang pertama kali menyapa mata tatkala menerima beberapa handout pada perkumpulan pertama di bulan Julai ini. Betapa tugas sebagai petani itu bukan mudah. Memilih biji benih, memilih tapak tanah ditanam, menyiram, memupuk, menjaga dan membesarkan. Ah, betapa petani itu punya tugas berat.
Dan tidak semua yang dilahirkan sebagai manusia itu mampu menjadi petani yang baik. Persiapan diri. Itulah yang paling utama dalam setiap apa yang diperjuangkan, dalam setiap apa yang dihadapi, dalam membesarkan pepohonan. Persiapan diri bukan hanya pada banyaknya ilmu yang dimiliki, namun, ianya pada sejauh mana kuat kentalnya hati. Pada sejauh mana kesabaran yang dimiliki. Pada usaha dan kesungguhan yang diluahkan. Betapa petani itu punya tugas berat.
Dan perjuangan seorang petani, berhias padanya kepahitan, ujian dan cabaran. Memilih-milih biji benih yang terbaik. Padanya dicampak ke laut menjadi pulau, dicampak ke tanah menjadi gunung. Menyiram, membaja, memupuk dengan sepenuh sabar dan kasih sayang. Pohonan itu membesar, mengeluarkan daun dan bunga. Seharusnya dijagai lagi dari serangan penyakit dan bintang. Jangan sampai unsur-unsur itu memusnahkan biji benih yang terpilih. Ah, betapa petani itu punya tugas berat.
Dan akhirnya pohonan itu berbuah. Tersenyum sang petani. Susah payah, jerit perih pengorbanannya selama ini terbalas juga akhirnya. Cukuplah buah-buah itu menjadi bukti kejayaannya. Dan buah itu perlu juga dibelek, diperhati agar tiada ulat-ulat yang memburukkannya. Menampakkan cantik pada zahirnya, tapi penuh berulat di dalamnya. Tugas petani tidak terhenti di sini. Tugas petani berterusan sepanjang zaman.
Al Insyirah, ayat 5. Inna ma'al yusri yusra (Kerana sesungguhnya sesudah kesusahan itu, pasti ada kemudahan). Dan begitulah janji dari Ilahi. Makanya, para petani, teruskan perjuangan anda.