31 January 2006

1 Muharram 1427H

31 Januari 2006. 1 Muharram 1427H. Sinar indah fajar. Meraikan sebuah hari untuk umat manusia. Namun, kegemilangan warna langit pagi hanya sementara. Menjelang dhuha, langit ini mulai berarak awan mendung kelabu.

Biarlah hari mendung kelabu. Biarlah dingin menyentak-nyentak tulang temulang. Namun, di sebalik kekelabuan, kesejukan ini, ada cerah, ada hangat panas yang bakal bertandang. Itulah sunnatullah. Itulah hukum Allah.

" Engkau tidak akan menemukan perubahan pada sunnatullah dan engkau pun tidak akan melihat adanya pergantian padanya."
[QS Al-Fathir: 43]

Pergilah mendung kelabu. Bakal datang hangat panas cemerlang. Cahaya itu tenaga, memberikan makhluk ini kesedaran, ah hari esok pasti ada. Namun, seorang yang mengerti tujuan hidupnya di atas dunia yang serba fana ini, dia tidak akan menunggu esok hari. Tidak akan menunggu-nunggu cahaya itu datang untuk menerangi, untuk menghangatkan.

Namun, dialah yang akan mencari cahaya. Dialah yang akan berusaha berkerja untuk memberikan panas hangat kepada umat ini. Dia berkerja kerana dia tahu, bukan akhir pulangan itu yang bakal ditanyakan, tetapi, seberapa banyakkan usaha dan amal yang telah dia laksanakan.

" Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api.

Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu".
[QS An Nur, 24:35]

Cahaya itu milik Allah Taala. Panas hangat gemilang itu milik Allah Taala. Yang berusaha, yang bekerja, yang beramal adalah kita, umat manusia. Dan mereka yang menyampaikan cahaya Allah kepada saudaranya, demi semata-mata mengejar redha DIA, pasti dialah mukmin yang berjaya.

Salam Ma`al Hijrah 1427H. Selamat bekerja saudara-saudaraku. Semoga bertemu kita di akhir usia ini dalam keredhaan Rabbul Ikram.