28 August 2009

Calon Ar Rayyan [1]

Bismillahirrahmanirrahim

Dan Tuhan kamu berfirman: Berdoalah kamu kepada-Ku nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong takbur daripada beribadat (berdoa kepada-Ku) akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina (surah Ghafir: 60)

8 Ramadhan 1430H. Oh sungguh begitu cepat masa berlari meninggalkannya. Sehari demi sehari datang dan pergi, tanpa dia sempat untuk merenung memuhasabah ibadah dan amal. Sehari siang yang begitu menuntut mentalnya untuk bekerja. Hasilnya, sofa hijau di ruang tamu menjadi singgahan tidurnya setiap malam. Kepenatan. Sehari demi sehari.

8 Ramadhan. Serasa masih segar ingatan menghabiskan pertama puasa di desa halaman. Bicara lembut ayah bonda yang kini jelas kelihatan kedut-kedut di hujung mata, putih uban merajai mahkota kepala. Tawa ria adinda puteri bongsu bertiga yang menjadi peneman sunyi rumah besar desa. Kemeriahan beriftar jama'i dan bersahur lewat dinihari. Membantu bonda mengurus rumahtangga. Kenangan-kenangan itu masih menggigit tangkai hatinya.

Telah usai kini seminggu Ramadhan. Oh sungguh, begitu cepat masa itu singgah dan meninggalkannya. Pejam celik, pejam celik, sehari demi sehari dan Ramadhan telah berusia 8 hari. Mungkin dia terlupa doa, untuk meminta dari Pemilik Ramadhan, agar dapat dilalui dengan sempurna.

8 Ramadhan. Telah hampir tamat fasa pertama, fasa keberkatan dari Yang Maha Memberi. Terlalu pemurahnya DIA. Hanya kita ini hamba yang selalu terlupa. Sempatkah untuk dia mempersiapkan diri dan menambah amal untuk menjadi calon Ar Rayyan? Pintu syurga yang disediakan untuk hamba yang ikhlas berpuasa.

Harus menukar gear. Lebih banyak mengangkat kedua tangan, mengharap Ramadhan yang lebih sempurna. Lebih bertenaga, lebih memanfaatkan masa. Moga lebih diberkati. Dan diampuni.